Di pesantren Nasim Alwahah santri juga ada kegiatan untuk mengasah kemampuan berbicara di depan umum. Kegiatan tersebut adalah Muhadhoroh. Melalui kegiatan Muhadhoroh santri berlatih untuk mengasah kemampuan mereka untuk berbicara di depan umum. 📚 Apa itu Muhadhoroh? Muhadhoroh adalah latihan pidato dalam bahasa Arab, dimana setiap santri mendapat giliran untuk berbicara di depan teman-temannya. Melalui kegiatan ini, mereka belajar untuk : ✅ Percaya diri berbicara didepan umum. ✅ Mengasah keterampilan kepemimpinan. ✅ Melatih tata bahasa Arab dengan baik. ✅ Meningkatkan keberanian sebagai pendakwah. Dalam kegiatan Muhadhoroh ini, MC (master of ceremony) dari santri , pengisi Muhadhoroh juga dari santri. Bahasa yang digunakan oleh MC adalah bahasa arab. Adapun pengisi Muhadhorohnya menggunakan bahasa arab dan bahasa Indonesia.✨
Berikut adalah beberapa manfaat madu murni: 1. Sumber energi alami: Madu murni mengandung karbohidrat yang mudah dicerna, sehingga dapat memberikan energi instan kepada tubuh. 2. Mengandung nutrisi penting: Madu murni mengandung berbagai mineral, vitamin, antioksidan, dan enzim yang bermanfaat bagi kesehatan. 3. Membantu sistem kekebalan tubuh: Madu murni memiliki sifat antibakteri dan antivirus alami yang dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. 4. Mengatasi masalah pencernaan: Madu murni memiliki sifat antimikroba dan antiinflamasi yang membantu mengatasi masalah pencernaan seperti sakit perut, diare, dan tukak lambung. 5. Membantu meredakan batuk: Madu murni dapat membantu meredakan batuk dan gejala pilek karena memiliki efek pelega dan antiseptik pada saluran pernapasan. 6. Menyehatkan kulit: Madu murni juga dapat digunakan sebagai masker wajah alami yang membantu menjaga kelembaban kulit, mengurangi jerawat, dan memberikan efek pencahayaan alami pada kulit. 7. Menc...
*PALESTINA DARI ZAMAN KEKHILAFAHAN SAMPAI PENJAJ4HAN* Dr. Fadlan Fahamsyah,Lc, M HI 1. Tahun 636/637 M, di bawah kekhilafahan Umar Bin khatthab dan panglima Islam Abu Ubaidah iBn al-Jarrah, Baitul Maqdis (Yerusalem) dibebaskan kaum Muslimin dari cengkraman Imperium Romawi. Saat Itu Umar meneken perjanjian bhwa ahli Kitab diberi kebebasan menjalankan ibadah di Yerusalem. Kondisi seperti ini terus berlanjut berabad-abad lamanya dan Baitul Maqdis dalam pemeliharaan Islam, sampai datang tentara salib. 2. Pada tahun 1095, paus Urbanus II mendeklarasikan perang Salib dan memprovokasi Krist3n Eropa untuk menyerbu Baitul Maqdis. Agresi ini berlangsung dan berujung pada petaka pembantaian yang dilakukan tentara s4lib terhadap kaum muslimin pada tahun 1099. para Ahli sejarah menggambarkan dahsyatnya pembantaian ini sampai Baitul Maqdis (Yerus4lem) Banjir darah karenanya. 3. Setelah proses panjang perjuangan dan dinamika yang datang silih berganti, sh4lahudiin al-Ayy...
Comments
Post a Comment